Selasa, Oktober 25

Peluang Usaha Beternak Burung Puyuh

 

Bicara tentang burung puyuh, pastilah sangat identik dengan telurnya yang sangat digemari. Burung ini sebenarnya berasal dari Amerika kemudian mulai diternakkan di Indonesia sejak tahun 1979. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia lebih suka beternak burung puyuh jenis Contrunix Japonica yang berasal dari Jepang. Jenis burung ini lebih tahan terhadap penyakit dan lebih produktif.
Masa pertumbuhan burung puyuh yang relatif singkat (sekitar enam minggu), produktivitas telurnya yang cukup banyak (200-300 butir telur/tahun), serta perawatannya yang mudah, banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai peluang usaha yang layak dikembangkan. Ditambah lagi peminat daging dan telur puyuh makin hari makin meningkat, semakin meyakinkan banyak orang bahwa beternak burung puyuh memiliki prospek usaha yang cerah dengan risiko yang sangat minim.
Jika Anda tertarik mencoba ide usaha ini, langkah pertama yang harus Anda persiapkan adalah memilih lokasi peternakan. Untuk menghindari agar burung puyuh tidak stress, upayakan lokasi tersebut jauh dari keramaian. Selain itu juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Suhu udara ideal bagi lokasi peternakan burung puyuh berkisar antara 20-28 ° C dengan tingkat kelembapan 30-80%. Persyaratan kondisi lokasi peternakan tersebut sangat menentukan kesehatan burung puyuh. Jika hal itu dipenuhi maka kesehatan burung puyuh bisa tetap terjaga dan bisa diminimalisasi dari berbagai serangan penyakit.
Adapun ukuran kandangnya adalah 1m2 dengan tinggi antara 30-35 cm. kandangnya dibuat bertingkat, bisa tiga hingga empat tingkat. Untuk masing-masing tingkat diisi sejumlah 30-35 burung betina. Kemiringan masing-masing tingkat sebesar 30 °. Dengan kemiringan tersebut maka telur akan mudah bergulir menuju ke tempat penampungan telur yang sudah disiapkan di bagian depan kandang.
Untuk menjaga kebersihan kandang, tempat makan dan minum burung puyuh dibuatkan area tersendiri. Peternak bisa menggunakan potongan ruas bambu maupun wadah dari plastik. Untuk jenis pakannya, disesuaikan dengan usia burung puyuh. Untuk usia satu hinga tiga minggu diberikan quail starter, usia tiga hingga enam minggu diberikan quail grower, sedangkan usia di atas enam minggu diberikan quail layer. Pemberian pakan pun sangat hemat. Untuk anak puyuh diberikan sebanyak dua kali, yakni pagi dan sore. Sedangkan puyuh dewasa cukup sekali di pagi hari.
Usaha beternak burung puyuh memang bisa meminimalisasi modal. Selain itu risiko kegagalannya juga relatif kecil. Kunci suksesnya terletak pada ketelatenan Anda dalam merawat dan mengembangkan usaha tersebut.

sumber:www.ideusaha.org
Judul: Peluang Usaha Beternak Burung Puyuh; Diterbitkan oleh mitrasantri; Rating Blog: 5 dari 5

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 
Template SEO Elite Modif